SITOLOGI

Posted by De Haantjes van Het Oosten in Apr 23, 2010, under Menu Dento Inkubator

Ilmu yang mempelajari morfologi dan/atau sifat kimiawi sel atau bagian sel.

Sitodiagnosis

Merupakan pemeriksaan sitologi untuk mendiagnosis atau cara mendiagnosis serta merupakan pemeriksaan tambahan dari biopsi tetapi bukan sebagai pengganti biopsi.

Pemeriksaan Sitologi

Sebagai pemeriksaan mikroskopis sel yang dikikis dari permukaan lesi dengan mempelajari karakteristiknya.

Peran Sitologi

Mendeteksi perubahan patologis tertentu terutama keganasan

Pemeriksaan sitohormonal (sitologi hormonal)

  1. Ovulasi pada kasus sterilitas
  2. Amenorrhoea primer dan sekunder
  3. Fungsi ovarium pada kehamilan
  4. Status hormon pada wanita hamil
  5. Gangguan fungsi haid
  6. Sebagai penuntun pada pengobatan hormonal

Pemeriksaan seks hormon

Membantu diagnosa peradangan serta kemungkinan penyebab

Membantu diagnosa lesi yang meragukan

Indikasi Pemeriksaan Sitologi Mulut

Kasus yang diduga sebagai karsinoma epidermoid

Kasus yang melibatkan daerah luas pada mukosa

Lesi yang menutupi daerah multipel dari mukosa sehingga membutuhkan banyak biopsi insisional untuk menentukan tingkat perubahan patologis

Lesi permukaan yang telah dirawat radiasi sehingga bila dilakukan biopsi menyebabkan ulserasi yang menetap dan osteoradionekrosis

Pasien yang menolak biopsi atau berisiko untuk tindakan bedah

Kasus yang tidak direncanakan untuk dilakukan biopsi

Lesi eritematus yang penampilannya tidak berbahaya

Macam-Macam Teknik Sitologi

Ada beberapa cara pengambilan sediaan sitologi, antara lain :

Pembilasan atau Kumur dengan Larutan Garam Fisiologis

Terlebih dahulu  lesi dibersihkan dengan gaas, kemudian  dilakukan kumur-kumur dengan larutan garam fisiologis.

Air kumur-kumur tersebut di sentrifuge dengan kecepatan 2000 rpm selama 20 menit.

Selanjutnya endapan yang didapat dismearkan keatas object glass dengan spatel atau kapas lidi (cotton bud)  untuk segera difiksasi.

Kapas Lidi / Cotton Bud

Lesi dibersihkan dengan gaas. selanjutnya dengan kapas lidi steril, ambil sedimen lesi dengan cara berputar dari mulai ujung atas  sampai ke ujung bawah object glass.

Pemindahan sedimen ke object glass harus rata, tipis dan tidak berulang-ulang.

Selanjutnya preparat object glass  siap untuk difiksasi.

Skraping

Lesi dibersihkan dengan gaas.

Lesi diskraping dengan spatula kayu atau cement spatle, kemudian sedimen lesi dipindahkan ke object glass secara paralel dan digerakkan dengan cara menarik spatula dari ujung atas sampai dengan ujung bawah object glass.

Selanjutnya preparat ini siap untuk difiksasi.

Imprint

Cara ini dilakukan terhadap lesi yang letaknya ada dipermukaan dan mudah dijangkau, misalnya seperti ujung lidah dan mukosa bibir.

Lesi dibersihkan dengan gaas.

Object glass ditempelkan ke permukaan lesi dan selanjutnya siap untuk difiksasi.

Cytobrush

Pengunaan teknik ini merupakan suatu teknik modern sitologi eksfoliasi rongga mulut yang khusus didesain secara tersendiri dari bulu sikat berbentuk sirkuler.

Dibandingkan dengan keempat cara sitologi sebelumnya di atas, sesungguhnya penggunaan teknik ini lebih memberikan akurasi yang tinggi mencapai 90%, karena dapat mengambil seluruh lapisan epitel termasul lapisan basal sel.

Lesi dibersihkan dengan gaas.

Sedimen yang diambil dengan menggunakan teknik ini adalah dengan cara memberus secara berputar 360o.

Kemudian sedimen yang ada pada cytobrush diberuskan ke atas object glass secara berputar mulai dari ujung kaca slide paling atas sampai ke ujung yang paling bawah.

Selanjutnya dapat dilakukan fiksasi.

Sebagai tambahan :

Bila pada object glass terlihat debris bebentuk filmdan berwarna putih menunjukkan bahwa sitologi yang dilakukan adalah baik, tetapi bila pada object glass seluruhnya bersih berarti tidak ada sel yang tertinggal.

Untuk setiap lesi buatlah dua  atau lebih preparat object glass, agar mendapatkanjumlah sel yang adekuat.

Bila pada seorang pasien dijumpai lebih dari satu lesi, maka pada setiap lesi diambil sedimen lesi dengan menggunakan alat smear yang berbeda pada masing-masing lesi.

Kontraindikasi Pemeriksaan Sitologi Mulut

Kasus yang sudah dapat dipastikan merupakan kanker

Lesi keratotik

Lesi yang letaknya di dalam dan tidak berhubungan dengan permukaan mukosa

Lesi dengan permukaan nekrosis yang luas

Lesi yang tidak dapat atau memungkinkan untuk diperoleh spesimen yang adekuat seperti homogenus leukoplakia

Lesi-lesi eksofitik yang permukaannya luas, lesi submukosa, lesi pigmentasi tidak berulkus

:, ,

1 Response