Daftar Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia I

Posted by De Haantjes van Het Oosten in Mei 31, 2013, under Artikel Kedokteran Gigi, Zona Pendidikan

Dalam sebuah presentasi, dr. Ieke Irdjiati, MPH dari Divisi Registrasi Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) mengemukakan bahwa per tanggal 31 Oktober 2007 jumlah dokter gigi yang teregister di KKI adalah 17.783 orang terdiri dari 16.532 dokter gigi umum dan 1.252 dokter gigi spesialis.
Sementara itu, jumlah seluruh dokter dan dokter gigi di Indonesia per tanggal tersebut adalah 89.090 orang, terdiri dari 17.783 dokter gigi dan 71.307 dokter. Untuk komunitas dokter, jumlah itu terdiri dari 55.997 dokter umum dan 15.310 dokter spesialis.
Bila dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia pada saat ini, yang menurut proyeksi BPS berjumlah 224.185.766 jiwa maka rasio dokter gigi dengan penduduk adalah 1 : 13.561 . Sedangkan untuk dokter gigi spesialis adalah 1 : 179.062.
Menurut Kepala Bagian Kesehatan Gigi Masyarakat Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran, drg. Sri Susilawati, M.Kes, jumlah dokter gigi ideal berdasarkan indikator Indonesia Sehat 2010 adalah 11 dokter gigi untuk 100.000 penduduk. Bila merujuk pada perhitungan KKI maka kondisi saat ini adalah 7 atau 8 dokter gigi untuk 100.000 orang penduduk. Namun Sri mengingatkan bahwa tidak seluruh dokter gigi yang memiliki STR berpraktek, dan sebaran dokter gigi di Indonesia sangatlah tidak merata sehingga untuk dapat mengetahui kondisi sebenarnya perlu dilihat jumlah SIP yang dikeluarkan oleh tiap Kota/Kabupaten.

Menurut data KKI per 31 desember 2012 telah teregistrasi 25.218 dokter gigi dan dokter gigi spesialis yang terdapat di seluruh Indonesia, terdiri atas 23.266 dokter gigi dan 1.952 dokter gigi spesialis. Sedangkan dokter dan dokter spesialis yang teregistrasi 110.521 orang, terdiri atas 88.311 dokter dan 22.210 dokter spesialis yang berasal dari 36 spesialisasi kedokteran.

 Di bidang kedokteran gigi, terdapat 8 spesialisasi dokter gigi yang teregistrasi dan yang terbanyak adalah spesialis ortodonsia, sedang yang paling sedikit adalah spesialis radiologi kedokteran gigi.(http://www.pdgi.or.id/)

Berikut Daftar Universitas pencetak dokter gigi di Indonesia :

1. Universitas Airlangga

Sejarah Pendidikan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga

 Fakultas Kedokteran Gigi Airlangga berdiri atas prakarsa Dr. Lonkhuizen yang saat itu menjabat sebagai Kepala Departemen Kesehatan Masyarakat. Dr. Lonkhuizen mempunyai gagasan untuk membuka sekolah pendidikan dokter gigi di kota Surabaya dan meminta Dr. R.J.F. Van Zaben, Direktur Nederland Indische Artsen School (N.I.A.S.) untuk memimpinnya pada bulan  Juli 1928. Pendidikan Dokter Kedokteran Gigi ini bernama School Tot Opleiding van Indische Tandartsen (STOVIT, 1928-1942) khusus untuk dokter gigi setempat semasa Indonesia masih dijajah Pemerintah Hindia Belanda. Sekolah yang dimulai pada 28 September 1928. Pada tahun akademik pertama menerima 21 mahasiswa dengan lama pendidikan 5 tahun, termasuk latihan klinik 3 tahun. Pada masa pendudukan Jepang tahun 1942-1945 STOVIT menjadi Ika Daigaku Shika (Sekolah Tinggi Kedokteran Gigi), dengan direktur pertama Dr.Takeda yang kemudian digantikan oleh Prof.Imagawa.

Pemerintah Belanda Netherland Indische Civil Administration (NICA) setelah mengalahkan Jepang mengubah nama pendidikan menjadi Tandheelkundig Intituut (TI), Intitut Ilmu Kedokteran Gigi pada tahun 1947 yang dipimpin oleh Dr.JM Klinkhamer Sr. Selanjutnya pada tahun 1948 diubah menjadi Universiteir Tandheelkundig Instituut (UTI) bersama Faculteit voor Genesskunde di bawah Indonesische Universiteit di Surabaya.

Pada zaman Republik Indonesia Serikat (RIS) tahun 1949 UTI menjadi Lembaga Ilmu Kedokteran Gigi (LIKG) dengan lama pendidikan 4 tahun, dipimpin oleh Prof. M. Knap sampai tahun 1953. Setelah pensiun, beliau diganti oleh Prof. M. Soetojo sebagai pemimpin Lembaga ini yang berlangsung sampai tahun 1954. Sejak berdirinya Universitas Airlangga pada Rabu Pon 10 November 1954, makaLIKG diubah menjadi 6 tingkat. Untuk menyesuaikan dengan pengembangan sistem pendidikan, sejak 1978 kurikulum diubah menjadi pendidikan 5tahun yang terbagi dalam 10 semester.

Persyaratan mahasiswa yang masuk di Fakultas masih tetap dari SMU-IPA. Sehubungan dengan penyesuaian obyektif pendidikan akademik Ilmu Kedokteran Gigi, maka Fakultas KEdokteran Gigi Universitas Airlangga saat ini mempunyai 2 bentuk kurikulum yang sedang berjalan, yaitu: Kurikulum 2000/2001 yang terdiri dari 177 SKS (Content – based Curriculum) dengan metode Teacher – centered Learning dan Kurikulum 2007/2008 yang terdiri dari 161 SKS (Competence-based Curriculum) dengan metode-centered Learning. Pendidikan akademik Fakultas KEdokteran Gigi Universitas Airlangga ditunjang dengan sarana Teknologi Informasi belajar modern dan fasilitas praktik berupa Rumah Sakit Gigi dan Mulut yang memadai.

Sumber : http://www.fkg.unair.ac.id/

:,

Komentar telah ditutup.